Awalnya,
matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku.Sapa lembutmu,tutur katamu,bukan
menjadi alasan senyumku setiap harinya.Semua mengalir begitu saja,kita tertawa
bersama tanpa tahu bahwa cinta diam diam menyergap. Kita saling bercanda tanpa
kita tahu bahwa rasa itu menelusup tanpa
ragu dan mulai mengisi ruang hatiku yang telah lama tak di isi oleh seseorang
yang spesial.
Namamu,
sering ku selipkan dalam baris baris doaku,tanpa kusadari aku Tersenyum tanpa sebab sambil terus
menjetikkan jemariku. Dan tanpa sengaja kau hadir dalam mimpiku memegang erat
tanganmu adalah sesuatu yang belum
tentu ku temukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. Hari hariku kini
terisi oleh hadir mu,laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu. Dimata ku
kamu begitu indah.
Selain
indah ternyata kamu juga pandai
menggangu pikiran seseorang,sehingga yang ada di otakku hanya ada
kamu,kamu, dan Kamu. Sepertinya aku mencintaimu
Aku
akan berhenti mencintaimu, ketika berlian tak lagi berkilau, bunga tak lagi
bersemi, petir tak lagi bergemuruh, sungai tak lagi mengalir, bintang tak lagi
bersinar, pelangi tak lagi membias. Dan Kalaupun itu terjadi, aku tak akan
berhenti.