Minggu, 29 Juni 2014

Cinta



Awalnya, matamu dan senyummu tak berarti apa-apa bagiku.Sapa lembutmu,tutur katamu,bukan menjadi alasan senyumku setiap harinya.Semua mengalir begitu saja,kita tertawa bersama tanpa tahu bahwa cinta diam diam menyergap. Kita saling bercanda tanpa kita tahu  bahwa rasa itu menelusup tanpa ragu dan mulai mengisi ruang hatiku yang telah lama tak di isi oleh seseorang yang spesial.

Namamu, sering ku selipkan dalam baris baris doaku,tanpa kusadari  aku Tersenyum tanpa sebab sambil terus menjetikkan jemariku. Dan tanpa sengaja kau hadir dalam mimpiku memegang erat tanganmu   adalah sesuatu yang belum tentu ku temukan dalam dunia nyata saat aku terbangun nanti. Hari hariku kini terisi oleh hadir mu,laju otakku kini tak mau berhenti memikirkanmu. Dimata ku kamu begitu indah.
Selain indah ternyata kamu juga pandai  menggangu pikiran seseorang,sehingga yang ada di otakku hanya ada kamu,kamu, dan Kamu. Sepertinya aku mencintaimu
Aku akan berhenti mencintaimu, ketika berlian tak lagi berkilau, bunga tak lagi bersemi, petir tak lagi bergemuruh, sungai tak lagi mengalir, bintang tak lagi bersinar, pelangi tak lagi membias. Dan Kalaupun itu terjadi, aku tak akan berhenti.